Palangka raya, Mediadigitalupdate.com — Rencana penerapan pembelajaran dalam jaringan (daring) secara nasional sebagai bagian dari upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM) dipastikan tidak berlaku di Kalimantan Tengah. Baik Sekolah Rakyat maupun sekolah umum di wilayah ini tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka (luring), sesuai kebijakan pemerintah daerah dan pusat.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, menegaskan bahwa tidak ada penerapan pembelajaran jarak jauh di sekolah, termasuk di Sekolah Rakyat. Ia menyebutkan, seluruh tenaga pengajar diharapkan dapat menjalankan tugasnya secara maksimal dengan حضور langsung di sekolah, guna mendukung proses pembelajaran yang optimal. “Tenaga pengajar yang ditugaskan di Sekolah Rakyat diharapkan dapat bekerja maksimal. Sekolah rakyat dan sekolah negeri saling melengkapi, sehingga diharapkan kualitas pendidikan anak-anak di Kota Palangka Raya semakin baik,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Reza Prabowo, menegaskan bahwa kebijakan pendidikan di daerah tetap mengacu pada arahan Gubernur Kalimantan Tengah.
Ia memastikan tidak ada pengurangan jam belajar di sekolah. Sebaliknya, kegiatan pembelajaran justru akan diperkuat, termasuk melalui peningkatan aktivitas ekstrakurikuler. “Seluruh warga sekolah diharapkan tetap mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan. Dengan kondisi keuangan daerah yang cukup baik, anggaran pendidikan dinilai mampu mendukung kebutuhan sekolah serta menjamin hak siswa dan tenaga pendidik,” jelasnya.
Secara nasional, pemerintah pusat pada awal April 2026 juga diketahui telah membatalkan rencana pembelajaran daring dan kembali memprioritaskan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Dengan demikian, seluruh satuan pendidikan di Kalimantan Tengah tetap menjalankan proses pembelajaran secara normal dan optimal melalui sistem luring.(kaer)
