Kecelakaan Helikopter di Sungai Barito, 18 Personel SAR Dikerahkan

KALIMANTAN SELATAN, mediadigitalupdate.com – Sebuah helikopter jenis Super Puma dengan kode registrasi VH-HGM dilaporkan jatuh ke aliran Sungai Barito saat menjalankan misi kemanusiaan dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Minggu (8/11/2026).

Dalam insiden tersebut, dua dari tiga awak helikopter berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Keduanya diketahui bernama Hugh Andrew John Page dan Michael John Betteridge.

Sementara itu, satu awak lainnya, Yayan Supiansuri, yang bertugas sebagai Helicopter Landing Officer (HLO), hingga kini masih belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Berton SP Panjaitan, membenarkan informasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses pencarian terhadap awak yang masih hilang terus dilakukan secara intensif.

“Berdasarkan laporan awal dari Kantor Basarnas Banjarmasin, dua awak sudah ditemukan dalam keadaan sehat. Sementara itu, rekan mereka, Yayan Supiansuri, masih dalam tahap pencarian,” ungkap Berton dalam keterangan resminya, Minggu (8/11).

BNPB juga telah melakukan koordinasi lintas sektoral dengan berbagai pihak terkait guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi. Pemerintah memastikan seluruh sumber daya yang diperlukan dikerahkan untuk menemukan awak yang masih hilang.

Selain pencarian, perhatian juga diberikan terhadap kondisi kesehatan dua kru yang berhasil selamat agar segera memperoleh penanganan medis yang memadai.

“Kami ingin memastikan bahwa keluarga korban mendapatkan kepastian. Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap seluruh proses pencarian, pertolongan, maupun penanganan medis bagi para awak helikopter ini,” tambah Berton.

Sementara itu, Kantor SAR Banjarmasin telah mengerahkan 18 personel tim rescue menuju lokasi kejadian sejak pukul 13.10 WITA. Tim diberangkatkan menggunakan kendaraan taktis dan kapal Rigid Inflatable Boat (RIB).

Lokasi jatuhnya helikopter berada di kawasan Sungai Barito, dengan jarak sekitar 141 kilometer dari Kantor SAR Banjarmasin atau sekitar 71 mil laut dari Dermaga SAR Basirih. Kondisi tersebut membuat perjalanan menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima jam.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian terhadap Yayan Supiansuri masih berlangsung. Tim SAR terus berupaya melakukan pencarian di tengah tantangan kondisi arus sungai dan cuaca.

Pemerintah berharap seluruh proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan lancar, serta awak yang masih hilang segera ditemukan.(kaer)