Asisten II Setda Murung Raya Mewakili Bupati Resmikan Kantor MUI Murung Raya

Puruk Cahu. Mediadigitalupdate.com – Mewakili Bupati Murung Raya, heriyus, Asisten II Sekretariat Daerah Murung Raya, K. Zen Wahyu meresmikan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Murung Raya, bertempat di Kompleks Masjid Agung Al-Istiqlal, Puruk Cahu, Minggu (11/1/2026). Peresmian tersebut dihadiri perwakilan MUI Pusat Masyhuril Khamis, Ketua MUI Provinsi Kalimantan Tengah H. Khairil Anwar, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya. Persemian kantor MUI Murung Raya ini sebagai wujud komitmen Pemkab Murung Raya dalam mendukung penguatan kehidupan keagamaan di wilayah Kabupaten Murung Raya.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Murung Raya, K. Zen Wahyu, yang mewakili Bupati Murung Raya Heriyus, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendirian kantor MUI merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas keagamaan yang representatif. “Gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan para ulama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis di Bumi Tana Malai Tolung Lingu,” ujarnya.

Pemkab Murung Raya berharap Kantor MUI dapat menjadi pusat pengawalan akidah umat sekaligus rumah besar bagi para ulama, kiai, dan cendekiawan muslim. Selain itu, kantor ini diharapkan menjadi wadah silaturahmi, musyawarah, serta tempat lahirnya fatwa dan solusi atas berbagai persoalan keumatan yang terus berkembang. “Kami mendorong agar Kantor MUI dimanfaatkan sebagai pusat literasi dan edukasi keagamaan yang mencerdaskan, sekaligus melahirkan gagasan-gagasan inovatif dalam pemberdayaan umat,” lanjut K. Zen Wahyu.

Lebih lanjut, ia juga berharap gedung ini dapat berfungsi sebagai pusat kajian keislaman, pengembangan potensi umat, termasuk pengelolaan zakat dan infak, serta pengembangan UMKM berbasis syariah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Murung Raya.

Dengan adanya Kantor MUI yang representatif ini, Pemkab Murung Raya optimistis kegiatan keagamaan dan program pemberdayaan umat di daerah tersebut dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.(kaer)