PALANGKA RAYA, mediadigitalupdate.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan dunia pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Whistleblowing System (WBS) bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik SMA, SMK, dan SKH se-Kalimantan Tengah yang digelar secara daring, Selasa (23/6/2026).
WBS merupakan sistem pengaduan internal yang terintegrasi dengan platform 1 Data Pendidikan Kalimantan Tengah (PENA Kalteng). Melalui sistem ini, warga sekolah memiliki akses untuk menyampaikan berbagai laporan, aspirasi, maupun keluhan terkait layanan pendidikan secara aman dan terstruktur.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo, dalam sambutan yang dibacakan Kepala BTIKP Apni Ranti, menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan mutu akademik dan fasilitas belajar, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan nilai-nilai integritas dan keterbukaan.
Menurutnya, WBS menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap suara dari warga sekolah dapat tersampaikan dan memperoleh tindak lanjut yang jelas. Sistem ini juga memberikan ruang bagi peserta didik, guru, maupun tenaga kependidikan untuk melaporkan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan pendidikan secara bertanggung jawab.
“Setiap laporan yang masuk akan diproses melalui mekanisme yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, laporan yang disampaikan harus berdasarkan fakta dan bukti yang valid,” ujarnya.
Selain mendukung transparansi, WBS juga dirancang untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis data. Seluruh laporan yang diterima akan diolah menjadi informasi yang dapat membantu Dinas Pendidikan mengidentifikasi persoalan pendidikan di berbagai wilayah Kalimantan Tengah.
Melalui pemetaan data secara geospasial, pemerintah dapat mengetahui daerah-daerah yang memerlukan perhatian lebih sehingga kebijakan dan program pendidikan dapat disusun secara lebih tepat sasaran.
Program ini menjadi bagian dari transformasi digital sektor pendidikan yang terus didorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo.
Disdik Kalteng berharap sosialisasi tersebut mampu meningkatkan pemahaman seluruh warga sekolah mengenai fungsi dan mekanisme WBS, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk menyampaikan laporan apabila menemukan permasalahan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Dengan hadirnya WBS yang terintegrasi dalam PENA Kalteng, budaya keterbukaan dan pengawasan partisipatif di lingkungan pendidikan diharapkan semakin kuat demi terwujudnya layanan pendidikan yang berkualitas, adil, dan berintegritas di Kalimantan Tengah.(kaer)
