PALANGKA RAYA, mediadigitalupdate.com – DPRD Kalimantan Tengah menjadi sorotan setelah aksi demonstrasi di halaman gedung dewan, Kamis (2/4/2026), berujung ricuh. Massa kecewa lantaran tidak satu pun pimpinan DPRD hadir untuk menemui mereka.
Aksi yang digelar Aliansi Reformati bersama mahasiswa, OKP, dan pelajar dari BEM SI awalnya berlangsung tertib. Namun situasi berubah ketika tuntutan untuk bertemu langsung dengan Ketua DPRD Kalteng tidak direspons.
Ketiadaan pimpinan dewan di lokasi memicu kekecewaan massa. Mereka kemudian mencoba merangsek masuk ke dalam gedung DPRD, yang berujung aksi saling dorong dengan aparat keamanan.
Ketegangan meningkat saat demonstran membakar ban di depan gedung sebagai bentuk protes atas sikap DPRD yang dinilai tidak responsif terhadap aspirasi.
Upaya meredakan situasi dilakukan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Yetro Midel Yosep, bersama Sekretariat Dewan. Namun kehadiran mereka tidak diterima massa yang tetap menuntut pimpinan DPRD turun langsung.
Yetro menjelaskan bahwa pimpinan DPRD Kalteng sedang menjalani masa reses di daerah.
“Saat ini pimpinan masih melaksanakan reses. Aspirasi yang disampaikan akan kami terima dan diteruskan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Penjelasan tersebut tidak mampu meredakan situasi. Massa tetap bersikeras menilai DPRD tidak hadir secara langsung dalam momentum penting penyampaian aspirasi publik.
Aksi akhirnya dibubarkan, namun massa menegaskan akan menunggu jadwal audiensi resmi dengan pimpinan DPRD Kalteng.
Peristiwa ini mempertegas sorotan terhadap peran DPRD sebagai representasi rakyat, khususnya dalam merespons langsung tuntutan masyarakat di lapangan.
POIN SOROTAN KE DPRD KALTENG
Tidak hadirnya pimpinan DPRD saat aksi berlangsung
Respons dinilai lambat dan tidak langsung
Aspirasi hanya diterima perwakilan, bukan pimpinan
Massa menuntut audiensi resmi dengan pimpinan DPRD
DPRD didorong lebih responsif terhadap dinamika publik. (Kaet)
