Palangka Raya,mediadigitalupdate.com – Memperingati World Hearing Day yang jatuh setiap 3 Maret, RSUD dr. Doris Sylvanus menggelar penyuluhan kesehatan tentang pentingnya menjaga pendengaran, khususnya bagi anak-anak, Selasa (3/3/2026).
Mengusung tema global “Dari Komunitas ke Ruang Kelas: Perawatan Pendengaran untuk Semua Anak”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini gangguan pendengaran agar tumbuh kembang anak tidak terhambat.
Penyuluhan yang berlangsung di Instalasi Rawat Jalan tersebut menghadirkan tiga dokter spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, Bedah Kepala dan Leher (THT-KL), yakni Moelyadi Utomo, Nunun Chatra Kristinae, dan Nuch Sabunga.
Dalam paparannya, dr. Moelyadi Utomo menyampaikan bahwa kemampuan mendengar merupakan “jendela dunia” bagi anak-anak. Menurutnya, gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi sejak dini dapat berdampak pada perkembangan bicara, kemampuan belajar, hingga masa depan anak.
“Sesuai arahan World Health Organization, penting bagi anak untuk menjalani pemeriksaan pendengaran sejak lahir. Jika ada kelainan, kita bisa segera melakukan penanganan agar tumbuh kembang mereka tetap optimal,” ujarnya.
Selain memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan dini, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai cara mengenali tanda-tanda gangguan pendengaran secara mandiri. Di antaranya dengan memperhatikan respons anak terhadap suara di sekitarnya, mengenali perubahan perilaku yang berkaitan dengan penurunan pendengaran, serta menjaga kesehatan telinga agar terhindar dari infeksi.
Sementara itu, dr. Nunun Chatra Kristinae menyoroti target besar menuju Indonesia Bebas Tuli 2030. Ia menjelaskan ada empat faktor utama penyebab ketulian yang perlu diwaspadai masyarakat, yakni faktor kongenital atau bawaan sejak lahir, infeksi telinga, paparan kebisingan dalam jangka panjang, serta faktor degeneratif akibat proses penuaan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara tenaga medis dan peserta yang terdiri dari pasien serta pendamping. Melalui kegiatan ini, rumah sakit berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan pendengaran, terutama pada anak-anak, semakin meningkat sehingga gangguan pendengaran dapat dicegah atau ditangani sejak dini.(Kaer)
