MBG Tak Merata, Disdik Palangka Raya Siap Cek Lapangan

Palangka Raya, Mediadigitalupdate.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya angkat bicara terkait penghentian sementara program makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah. Kebijakan ini terjadi seiring dihentikannya operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang berdampak langsung pada distribusi program kepada siswa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan informasi penghentian tersebut diperoleh melalui koordinasi dan laporan dari pihak sekolah yang terdampak. “Jika ada SPPG yang dihentikan karena permasalahan tertentu, tentu kami diberitahu karena ini menyangkut penerima manfaat,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar laporan berasal dari sekolah yang merasakan langsung dampak penghentian layanan, sehingga distribusi MBG tidak berjalan merata. “Banyak sekolah yang melaporkan kondisi ini kepada kami,” tambahnya. Meski demikian, Disdik Palangka Raya masih merencanakan untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Jayani menegaskan, koordinasi utama terkait operasional SPPG berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN). “Untuk turun langsung masih kami rencanakan, karena koordinasi SPPG ini memang berada di BGN,” jelasnya.

Penghentian sementara ini, lanjutnya, menimbulkan ketimpangan penerimaan manfaat di sekolah, karena tidak semua terdampak secara serentak. “Memang menjadi tidak merata, ada sekolah yang masih menerima, ada yang tidak. Wajar jika mereka menyampaikan laporan,” ungkapnya.

Terkait jumlah siswa terdampak dari 14 SPPG yang dihentikan, Disdik belum memiliki data pasti karena tersebar di berbagai sekolah. “Jumlah siswa terdampak masih dalam pendataan,” katanya. Jayani juga menegaskan bahwa yang dihentikan adalah operasional SPPG, bukan sekolah sebagai penerima manfaat program. “Yang dihentikan itu SPPG-nya, bukan sekolahnya,” tegasnya. Ia berharap permasalahan yang ada dapat segera diselesaikan, sehingga program MBG dapat kembali berjalan normal di seluruh sekolah di Kota Palangka Raya. “Mudah-mudahan SPPG segera memenuhi persyaratan, sehingga layanan bisa kembali berjalan,” tutupnya.(kaer)