Palangka Raya, mediadigitalupdate.com – Gubernur Agustiar Sabran mengumpulkan 21 rektor perguruan tinggi negeri yang tergabung dalam Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (BKS-PTN Wilayah Barat) dalam jamuan makan malam strategis di Istana Isen Mulang, Sabtu malam (13/2/2026).
Pertemuan tertutup namun penuh keakraban itu bukan sekadar silaturahmi. Agenda ini disebut-sebut sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi pembangunan Kalimantan Tengah berbasis riset, inovasi, dan penguatan sumber daya manusia.
Di hadapan para rektor dan pimpinan perangkat daerah, Agustiar menegaskan bahwa perguruan tinggi adalah mitra kunci dalam menjawab tantangan pembangunan yang kian kompleks, terutama di tengah arus transformasi digital dan dinamika ekonomi global.
“Kami membutuhkan dukungan riset dan inovasi dari perguruan tinggi agar kebijakan pembangunan tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi pemerintah dan kampus akan diarahkan pada percepatan hilirisasi sumber daya alam, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga akselerasi digitalisasi daerah. Ia menilai pendekatan berbasis riset menjadi fondasi penting agar pembangunan tidak lagi bersifat konvensional, melainkan adaptif dan berdaya saing.
Ketua BKS-PTN Wilayah Barat, Prof. Dr. Ir. Marwan, menyambut positif langkah Gubernur Kalteng tersebut. Ia menyebut forum ini sebagai momentum strategis mempererat kolaborasi lintas kampus sekaligus memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah.
“Kami mengapresiasi inisiatif Gubernur Kalimantan Tengah. Ini menjadi ruang strategis memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Marwan menegaskan, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga motor penggerak inovasi dan solusi pembangunan melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Kehadiran 21 rektor dalam satu forum bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dinilai menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi konkret antara kampus dan pemerintah daerah akan semakin intensif ke depan. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan Kalimantan Tengah yang berkelanjutan dan berdaya saing nasional.(Kaer)
