Palangka Raya, mediaupdatedigital.com – Menjelang Ramadan 1447 H, kabar baik datang untuk masyarakat Kalimantan Tengah. Perum Bulog memastikan stok beras dalam kondisi aman dan siap menjaga stabilitas harga di pasaran. Kepala Bulog Kalimantan Tengah, Budi Sultika, mengungkapkan bahwa cadangan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang tersimpan di gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 14.437 ton.
“Stok ini cukup dan siap digelontorkan kapan saja untuk mengendalikan harga jika terjadi gejolak di pasar,” tegasnya saat pemantauan harga pangan di Pasar Besar Palangka Raya, Kamis (5/2/2026).
Namun, perhatian khusus masih tertuju pada beras premium. Pasalnya, sebagian besar pasokan beras jenis ini masih didatangkan dari luar daerah, sehingga rentan terdampak gangguan distribusi maupun kenaikan harga.
Karena itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bulog dan instansi terkait memperketat pengawasan agar pergerakan harga tetap terkendali, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan lonjakan permintaan.
Pemerintah daerah bersama Satgas Pangan juga menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga sembilan bahan pokok. Fluktuasi harga di awal Ramadan disebut sebagai fenomena tahunan, namun pengawasan akan terus diperketat guna mencegah lonjakan tak wajar serta praktik penimbunan.
Dalam pemantauan tersebut, tim gabungan memeriksa langsung harga dan pasokan sejumlah komoditas strategis, di antaranya beras, cabai rawit, cabai besar, bawang merah, bawang putih, ikan, daging ayam, telur, daging sapi, tepung, dan garam sesuai daftar SP-2KP dari Pemerintah Pusat. Beras lokal produksi Kalimantan Tengah juga tak luput dari pemantauan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya antisipasi menghadapi momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) agar masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga kebutuhan pokok.(Kaer)
