Palangka Raya, Mediadigitalupdate.com – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo mengatakan, di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, maka sangat penting untuk melakukan peningkatan kompetensi dan kemampuan adaptasi guru, termasuk dalam memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai keislaman dan kebangsaan. Hal tersbeut dikatakan Wagub Edy Pratowo dalam sambutannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) dan Pengurus Wilayah Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) Kalimantan Tengah. Kegiatan digelar di Aula Jayang Tingang (AJT) Lantai I Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (29/1/2026).
Dikatakan Wagub Edy Pratowo, pelantikan ini menjadi momentum penguatan peran strategis guru NU, kiai, dan santri dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter, religius, serta berkomitmen menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. “Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh Pengurus Wilayah Pergunu dan JKSN yang baru dilantik,” ujarnya.
Ia menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral dan sosial untuk menjaga serta mengembangkan peran strategis guru NU, kiai, dan santri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, guru-guru NU memiliki peran penting dalam mencetak generasi berilmu, berakhlakul karimah, moderat dalam beragama, serta cinta tanah air. Nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang diajarkan NU dinilai menjadi fondasi dalam menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan.
Ia juga menyoroti peran historis dan strategis kiai serta santri dalam perjalanan bangsa. Pesantren, kata dia, telah melahirkan nilai keislaman moderat, semangat nasionalisme, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
JKSN diharapkan menjadi wadah silaturahmi, konsolidasi pemikiran, dan penguatan peran kiai serta santri dalam merespons tantangan zaman. “Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, Pergunu dan JKSN diharapkan menjadi penyejuk umat, penjaga nilai akhlak, serta mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat religius dan berkeadaban,” katanya.
Edy menambahkan, kiai dan santri harus terus hadir di tengah masyarakat dengan memberi keteladanan, mencerahkan umat, serta menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan gotong royong dalam bingkai falsafah Huma Betang.
Ia juga mengingatkan agar organisasi dijalankan dengan semangat pengabdian, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan. “Jadikan organisasi ini sebagai ruang pengabdian. Rawat persatuan, jaga ukhuwah, dan terus berkontribusi bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara,” pungkasnya.(kaer)
