Jakarta, Mediadigitalupdate.com — Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) memenuhi undangan Presiden Republik Indonesia dalam kegiatan Taklimat dan Dialog Bersama Presiden RI bertema “Manusia, Pendidikan Tinggi, dan Sains untuk Kebangkitan Indonesia” yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Dekan Fakultas Bahasa, Pengetahuan, dan Ilmu Teknologi (FBIT) UMPR, Dr (cand) Ade Salahudin Permadi, M.Pd., di Palangka Raya, Senin, mengatakan keikutsertaan UMPR dalam forum nasional tersebut merupakan tindak lanjut dari mandat Rektor UMPR. “Kehadiran UMPR dalam forum strategis nasional ini menjadi wujud komitmen universitas dalam mendukung arah kebijakan nasional di bidang pendidikan tinggi dan pengembangan sains,” ujarnya.
Ade menyampaikan bahwa arahan Presiden Republik Indonesia memberikan penguatan bagi perguruan tinggi agar semakin adaptif dan progresif dalam menjawab tantangan pembangunan nasional. “Presiden menegaskan pentingnya peran pendidikan tinggi dan sains sebagai fondasi kebangkitan Indonesia. Kenaikan alokasi anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebesar 50 persen merupakan peluang besar bagi perguruan tinggi, termasuk UMPR, untuk memperkuat kualitas pembelajaran, riset, dan inovasi,” katanya.
Ia menambahkan, UMPR siap memanfaatkan kebijakan tersebut secara optimal melalui penguatan tridarma perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan daerah. “UMPR berkomitmen untuk terus bersinergi dengan kebijakan nasional, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, serta mendorong riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan Kalimantan dan Indonesia,” ujarnya.
Keikutsertaan UMPR dalam dialog nasional ini menegaskan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan pendidikan tinggi dan kebangkitan Indonesia berbasis sains dan inovasi.
Dalam taklimat tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pandangan mengenai posisi strategis kalangan akademisi sebagai kekuatan intelektual bangsa. Presiden menilai pimpinan perguruan tinggi dan guru besar sebagai brains of our country yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Presiden Prabowo juga mengajak para pimpinan akademik untuk merefleksikan amanah yang telah diberikan oleh masyarakat. Menurutnya, pimpinan perguruan tinggi dan guru besar merupakan sosok terpilih yang dipercaya memimpin pengembangan ilmu pengetahuan dan menjaga nilai-nilai akademik.
Pada kesempatan yang sama, Presiden menyampaikan komitmen kuat pemerintah dalam penguatan pendidikan tinggi nasional melalui peningkatan alokasi anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebesar 50 persen. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mendorong pengembangan pendidikan tinggi, riset, inovasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Presiden berharap perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam menjawab tantangan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memanfaatkan amanah tersebut sebesar-besarnya untuk kepentingan bangsa dan negara.
Taklimat dan dialog ini diikuti secara terbatas oleh pimpinan perguruan tinggi terpilih dari seluruh Indonesia. Dari Pulau Kalimantan, hanya delapan perguruan tinggi yang mendapat undangan, yakni Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas Panca Bhakti Pontianak, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Universitas Darwan Ali Sampit, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, dan Universitas Balikpapan.(kaer)
