Palangka Raya. Mediadigitalupdate.com — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menggenjot konektivitas udara dengan membuka peluang kerja sama bersama maskapai penerbangan, baik untuk layanan penerbangan perintis maupun komersial. Upaya tersebut difokuskan untuk membuka akses wilayah terpencil sekaligus menghubungkannya dengan pusat-pusat ekonomi di Kalimantan Tengah, guna mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng, Yulindra Dedy, mengatakan pihaknya terbuka terhadap berbagai skema kerja sama selama dapat meningkatkan layanan transportasi udara bagi masyarakat. “Opsinya bisa perintis, bisa juga komersial. Semua kembali pada maskapai yang berminat menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah,” ujar Yulindra kepada sejumlah awak media, Senin (12/1/2026).
Saat ini, Dishub Kalteng mencatat terdapat tiga rute penerbangan perintis aktif yang seluruhnya dilayani oleh maskapai Susi Air. Ketiga rute tersebut dinilai vital karena menghubungkan wilayah pedalaman dengan ibu kota provinsi. “Tiga rute perintis itu yakni Kuala Pembuang–Palangka Raya, Muara Teweh–Palangka Raya, dan Puruk Cahu–Palangka Raya. Semuanya masih dioperasikan oleh Susi Air,” jelas Yulindra.
Selain mempertahankan rute yang sudah ada, Pemprov Kalteng juga tengah mengkaji pembukaan rute baru yang menghubungkan Palangka Raya dengan wilayah barat dan kawasan pesisir. Salah satu rute yang dibahas adalah Palangka Raya–Sampit–Pangkalan Bun. “Untuk rute Palangka Raya–Sampit–Pangkalan Bun masih dalam tahap pembahasan. Jika sudah ada keputusan, tentu akan kami sampaikan ke publik,” katanya.
Penambahan rute tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat antardaerah, mendorong sektor pariwisata, memperlancar distribusi logistik, serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah.
Sementara itu, terkait akses penerbangan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Dedy menyebut konektivitas dari Kalteng sebenarnya telah tersedia sejak beberapa tahun terakhir melalui rute Palangka Raya–Balikpapan. “Penerbangan ke arah IKN saat ini dilayani melalui rute Palangka Raya–Balikpapan dengan frekuensi empat kali dalam seminggu. Ini sudah berjalan sekitar dua sampai tiga tahun,” ungkapnya.
Namun demikian, tingkat keterisian penumpang masih menjadi tantangan. Menurut Dedy, jumlah penumpang kerap berfluktuasi dan memengaruhi jadwal operasional maskapai. “Data penumpang ada di Angkasa Pura. Tingkat keterisian memang naik turun, kadang masih di bawah 60 persen,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila keterisian penumpang belum mencapai batas minimal sekitar 50 persen, maskapai biasanya memiliki opsi menunda penerbangan ke hari berikutnya demi efisiensi operasional. “Itu yang kadang menyebabkan adanya penyesuaian atau penundaan jadwal penerbangan,” pungkas Dedy.(kaer)
