Sahli Gubernur Kalteng, Yuas Elko,  Ikuti Peluncuran LPI 2025 Secara Daring

Palangka Raya, Mediadigitalupdate.com – Staf Ahli Gubernur Kalteng, Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko turut menghadiri peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) secara daring dari Kantor Pusat BI di Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026). Partisipasi daring Pemprov Kalteng dipusatkan di Aula Betang Hapakat Lantai 4 Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Kalteng. Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekbang) Yuas Elko, Kepala BI Kalteng Yuliansah Andrias, Kepala Perwakilan BPKP Kalteng Ilham Nurhidayat, Kepala BPS Kalteng Agnes Widiastuti, Ketua ISEI Palangka Raya Rini Oktavia, akademisi, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

LPI 2025 mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan.” Laporan ini memuat evaluasi dan prospek ekonomi global serta domestik, termasuk arah kebijakan Bank Indonesia pada 2025 dan bauran kebijakan 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, LPI 2025 merupakan bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). “Peluncuran LPI 2025 adalah wujud transparansi kebijakan serta upaya menjaga kredibilitas dan akuntabilitas Bank Indonesia,” ujarnya.

Perry menekankan tiga pesan utama dalam laporan tersebut, yakni Optimisme, Komitmen, dan Sinergi (OKS). BI mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun optimisme terhadap prospek ekonomi nasional. “Setelah melewati 2025 dengan kinerja yang baik, kami meyakini perekonomian Indonesia akan semakin kuat. Pertumbuhan diperkirakan meningkat pada kisaran 4,7–5,55 persen,” jelasnya.

Usai mengikuti peluncuran, Yuas Elko menyampaikan bahwa perekonomian global pada 2026 masih dibayangi perlambatan akibat melemahnya ekonomi negara mitra dagang dan dinamika pasar keuangan internasional. “Meski demikian, perekonomian nasional diprakirakan tetap tumbuh kuat didukung kebijakan fiskal dan moneter yang pro-growth. Bagi Kalimantan Tengah, ini menjadi momentum untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah,” ujarnya saat membacakan sambutan Gubernur.

Ia menambahkan, ekonomi Kalteng pada 2026 diyakini tumbuh lebih kuat dengan dukungan sektor industri pengolahan dan pertanian melalui hilirisasi dan peningkatan investasi. Inflasi daerah juga diperkirakan tetap terkendali di kisaran 2,5 persen, sejalan dengan target nasional.

Selain itu, transaksi ekonomi dan keuangan digital di Kalteng terus meningkat seiring perkembangan sistem pembayaran yang semakin aman dan andal. Kondisi ini menjadi modal optimisme dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Kalteng melalui sambutan tertulisnya menekankan pentingnya penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar program pembangunan berjalan selaras dan berdampak nyata.

Beberapa langkah strategis yang ditekankan antara lain peningkatan hilirisasi pada sektor unggulan seperti pertambangan, pertanian, dan industri pengolahan. “Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terbuka bagi investor yang mengembangkan industri hilirisasi batu bara dan kelapa sawit beserta turunannya,” ungkapnya.

Selain itu, penguatan sektor pertanian melalui peningkatan infrastruktur, pemanfaatan teknologi modern, serta dukungan program cetak sawah 2025–2026 juga menjadi perhatian untuk memperkuat ketahanan pangan. “Dengan sinergi yang kuat, Kalimantan Tengah diharapkan mampu tumbuh lebih tinggi, berdaya tahan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” pungkasnya.(kaer)