Palangka Raya, Mediadigitalupdate.com – Kabar baik bagi warga Kota Palangka Raya, Pemerintah Kota setempat memastikan alokasi program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) meningkat signifikan pada tahun 2026. Sebanyak 600 unit rumah warga bakal dibedah menjadi Rumah Layak Huni (RLH) melalui dukungan dana APBN. Jumlah ini menjadi catatan impresif mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, Palangka Raya hanya mendapatkan kuota di kisaran 240 hingga 250 unit saja.
Wali Kota Palangka Raya melalui wakil wali kota, Achmad Zaini menyampaikan bahwa kenaikan kuota ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah pusat terhadap program nasional “Tiga Juta Rumah”. “Pada tahun 2026, kita mendapatkan alokasi 600 unit dari APBN. Program ini akan dieksekusi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dengan kolaborasi bersama Baznas,” ungkap Zaini saat ditemui sejumlah awak media di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Rabu (21/1/2026).
Meski mendapatkan bantuan besar dari pusat, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya tetap berkomitmen mengalokasikan dana pendamping melalui APBD. Namun, akibat adanya efisiensi anggaran untuk prioritas infrastruktur lain, kuota dari daerah masih terbatas. “Dari APBD 2026, kami menganggarkan sekitar 20 unit RLH. Keterbatasan ini karena kami juga harus membagi fokus anggaran untuk infrastruktur dasar lainnya yang bersifat mendesak,” jelas Zaini.
Zaini menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini bukan lagi sekadar membangun gedung baru, melainkan pada peningkatan kualitas hidup melalui renovasi hunian yang sudah ada. “Program pusat sekarang lebih condong ke renovasi dan perbaikan. Tujuannya jelas, agar warga yang sebelumnya tinggal di hunian tidak layak bisa memiliki rumah yang lebih sehat dan aman. Jika tempat tinggalnya layak, kualitas hidup dan produktivitas warga otomatis akan meningkat,” tutupnya. (kaer)
