Disdagperin Kalteng Dorong Pengembangan Pasar Modal Syariah bagi Pelaku Usaha

Palangka Raya, Mediadigitalupdate.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong pengembangan pasar modal syariah sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di daerah, khususnya bagi para pelaku usaha.

Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, mengatakan bahwa pengembangan pasar modal syariah menjadi salah satu fokus utama dalam rencana kerja instansinya. Upaya tersebut telah dijalankan melalui kerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan menunjukkan hasil yang positif. “Pengembangan pasar modal syariah kami lakukan melalui kerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah. Alhamdulillah, MES mendapatkan apresiasi yang sangat baik hingga berhasil meraih penghargaan,” ujar Norhani, Senin (19/1/2026).

Ia menyampaikan bahwa peran MES sangat dirasakan manfaatnya dalam mendukung sosialisasi serta edukasi keuangan syariah di Kalimantan Tengah. Dukungan terhadap pengembangan ekonomi syariah ini juga diperkuat dengan apresiasi dari Bank Indonesia (BI). “Hal ini sejalan dengan dukungan Bank Indonesia yang sebelumnya memberikan penghargaan. BI juga berharap Disdagperin dapat menjalin kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia untuk semakin mengembangkan pasar modal syariah di daerah,” tambahnya.

Menurut Norhani, salah satu tujuan utama dari pengembangan pasar modal syariah adalah meningkatkan literasi keuangan pelaku usaha agar lebih memahami berbagai alternatif pembiayaan dan investasi berbasis syariah. “Yang terpenting adalah bagaimana literasi keuangan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha. Hal ini kami sambut dengan sangat baik dan insyaallah akan segera kami tindak lanjuti melalui bidang terkait,” lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme pelaku usaha terhadap pengembangan pasar modal syariah tergolong tinggi. Banyak pelaku usaha yang menyambut positif inisiatif tersebut karena dinilai mampu memberikan solusi pembiayaan yang lebih beragam.

“Antusiasme mereka cukup besar. Para pelaku usaha merasa terbantu dan mengapresiasi program ini, sehingga perlu terus kita kembangkan,” tuturnya.

Keberhasilan MES dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah di daerah diharapkan dapat menjadi contoh bagi penguatan program serupa di Kalimantan Tengah. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendorong sektor perdagangan dan perindustrian berbasis syariah. “Kami berharap pengembangan sektor perdagangan dan perindustrian ke depan dapat semakin berbasis syariah dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” pungkas Norhani. (kaer)