Mahasiswa UPR Ajarkan Pembuatan Pakan Mandiri Ikan Gabus di Desa Tampelas

Katingan, Mediadigitalupdate.com – Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) yang melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Tampelas, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan, memperkenalkan pembuatan pakan ikan mandiri sebagai solusi pengembangan budidaya ikan gabus di wilayah terpencil tersebut. Selama ini, masyarakat Desa Tampelas masih mengandalkan hasil tangkapan alam untuk memenuhi kebutuhan ikan gabus. Upaya budidaya sering terhambat akibat tingginya harga pakan pabrikan serta mahalnya biaya logistik karena keterbatasan akses menuju desa.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPR memperkenalkan pakan alternatif berbahan dasar ikan rucah, yakni ikan kecil hasil tangkapan sampingan yang selama ini tidak memiliki nilai jual.

Ikan rucah tersebut diolah melalui proses penggilingan, pengeringan, serta pencampuran dengan dedak dan tepung tapioka hingga menjadi pelet dengan kandungan nutrisi tinggi. Pakan mandiri ini dinilai lebih murah, mudah dibuat, dan dapat diproduksi sendiri oleh masyarakat. “Ikan gabus membutuhkan asupan protein yang tinggi. Jika hanya mengandalkan pakan pabrikan, biayanya terlalu berat bagi warga,” ujar Hesli, mahasiswa perikanan UPR yang terlibat langsung dalam pelatihan pembuatan pakan ikan di Desa Tampelas.

Menurut Hesli, kemampuan membuat pakan secara mandiri menjadi kunci keberlanjutan budidaya ikan gabus, terlebih dengan rencana beroperasinya Rumah Produksi Albumin yang membutuhkan pasokan ikan gabus dalam jumlah besar. “Kalau hanya mengandalkan tangkapan alam, tentu tidak akan mencukupi dan berisiko mengancam kelestarian ikan gabus. Budidaya dengan pakan buatan sendiri adalah solusi yang tepat,” katanya, Selasa (23/12/2025).

Warga Desa Tampelas menyambut baik inovasi tersebut karena bahan baku pakan mudah diperoleh dari lingkungan sekitar serta mampu menekan biaya produksi secara signifikan. Pelatihan dilakukan secara langsung dan praktik agar masyarakat benar-benar memahami proses pembuatannya.

Dengan adanya pakan mandiri dan penerapan teknik budidaya yang tepat, ikan gabus kini tidak lagi dipandang semata sebagai hasil tangkapan sungai, tetapi sebagai komoditas unggulan masa depan yang berpotensi menopang kemandirian ekonomi masyarakat Desa Tampelas.(red)