Palangka Raya, Mediadigitalupdate.com – Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menegaskan bahwa setiap provinsi di Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Di Kalimantan Tengah (Kalteng), salah satu potensi besar yang patut dikembangkan adalah kerajinan anyaman rotan.
Menurut Evita, kerajinan rotan Kalteng memiliki kualitas yang sangat baik dan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, seperti sepatu, tas, dan aksesori lainnya. Potensi tersebut dinilai layak dikembangkan hingga menembus pasar internasional. “Saya melihat hasil kerajinan ini sangat bagus dan halus. Sekarang tantangannya tinggal pada pemasaran. Ke depan, mungkin bisa didorong kerja sama dengan desainer agar produknya menjadi lebih branded, namun tetap menggunakan anyaman rotan,” ujar Evita kepada sejumlah awak media saat kunjungan ke Galeri Indang Apang, Palangka Raya, Selasa (16/12/2025).
Sementara itu, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan UMKM Kalimantan Tengah agar dapat berpartisipasi dalam program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) tahun 2026.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf, Yuke Sri Rahayu, mengatakan produk unggulan daerah, khususnya kerajinan khas Kalteng, memiliki daya saing yang kuat di pasar global. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi kunjungan reses Komisi VII DPR RI ke Palangka Raya untuk meninjau langsung sentra UMKM. “Produk UMKM di Kalteng, salah satunya Galeri Indang Apang, sudah memenuhi kriteria untuk diperjuangkan masuk dalam program Akselerasi Aksi Ekspor tahun 2026,” jelas Yuke.
Ia menambahkan, produk kerajinan rotan dari Galeri Indang Apang berpeluang besar diekspor ke luar negeri, terutama ke pasar Eropa. “UMKM Galeri Indang Apang sudah dapat menerima pesanan dari beberapa negara. Saat ini juga tengah dilakukan penjajakan kerja sama dengan pasar Eropa, khususnya Belanda, tentu dengan mengikuti prosedur yang berlaku,” pungkasnya.(kaer)
Penulis : Karina
Editor : Zendrato
