Ketua GDAN Kalteng Sadagori Binti : Peredaran Narkoba Sangat Merusak Tatanan Budaya Adat Dayak di Kalteng

Palangka Raya, Mediadigitalupdate.com – Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) Sadagori Binti atau akrab dipanggil Ririn Binti menegaskan peradaran narkoba yang semakin memperihatinkan sangat merusak tatanan Budaya Adat Dayak di Kalteng. ‘’Jika peredaran narkoba di Kalteng ini dibiarkan, maka masyarakat Dayak secara budaya maupun adat dayak bisa hilang. Karena itu melalui deklarasi ini kami yakin dan percaya, dimana kami akan menggerakkan seluruh orang-orang Dayak dari kota maupun di desa untuk melawan peredaran narkoba tersebut,’’ tandas Ririn Binti.

Ditambahkan nya, GDAN sudah memiliki cara-cara untuk mencegah peredaran narkoba di Kalteng sehingga diyakini akan membuat efek jera. Baik bagi pemakai narkoba maun pengedarnya. “Gerakan Dayakj Anti Narkoba ini kami dirikan sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan generasi Dayak. Kami ingin menggerakkan sebanyak mungkin masyarakat Dayak untuk bersama-sama memerangi narkoba. Setiap orang Dayak wajib menjadi garda terdepan dalam menjaga diri, keluarga, dan komunitasnya dari penyalahgunaan barang haram ini,” tegas Ririn Binti.

Sekedar diketahui, beberapa tokoh Dayak turut menjadi penggerak berdirinya GDAN tersebut, selain didukung penuh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran dan Andrie Elia Embang dan Ririn Binti juga ada Dr. Ari Yunus Hendrawan, Ir. Dandan Ardi, serta tokoh lintas agama seperti HM Wahyudi F. Dirun, Ketua PW NU Kalteng, dan Pendeta Bobo Wanto, serta Rimbun, Ketua DPRD Kotawaringin Timur.

Deklarasi GDAN Kalteng yang penuh semangat ini turut dihadiri Plt. Kepala BNN Provinsi Kalimantan Tengah Kombes Pol. Ruslan Abdul Rasyid.(red)