Jakarta, mediadigitalupdate.com – Anggota DPD RI sekaligus aktivis bela Palestina Fahira Idris menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Pemerintah Indonesia menolak pemberian visa kepada atlet Israel yang akan berlaga dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta. Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya tepat, tetapi juga merupakan keharusan moral dan konstitusional bagi bangsa Indonesia.
“Dengan menolak visa atlet Israel, Indonesia sedang mengirim pesan kuat kepada komunitas internasional bahwa normalisasi terhadap pelaku kejahatan kemanusiaan dan genosida tidak dapat diterima dalam bentuk apa pun, bahkan dalam ranah olahraga yang kerap diklaim netral. Israel memang sudah seharusnya dikucilkan dalam pergaulan dunia, bukan hanya di event olahraga, tetapi juga di bidang lain seperti seni, budaya, akademik, dan ekonomi,” tegas Fahira Idris di Jakarta, Jumat (11/10/2025).
Senator asal DKI Jakarta itu menilai, penolakan visa terhadap delegasi Israel tidak boleh berhenti pada ranah olahraga semata. Prinsip serupa, kata Fahira, perlu diterapkan di seluruh ruang interaksi internasional, terutama ketika Indonesia berperan sebagai tuan rumah.
“Kebijakan serupa juga harus konsisten kita lakukan baik untuk event seni budaya, konferensi, pameran, maupun terhadap tokoh dan akademisi yang pro penjajahan Israel. Langkah ini bukan tindakan diskriminatif, melainkan penegasan moral bahwa tidak ada ruang bagi legitimasi penjajahan di Indonesia,” ujar Fahira.
Ia juga menyoroti bahwa gelombang boikot terhadap Israel kini semakin kuat di berbagai negara. Banyak seniman dunia menarik karyanya dari platform Israel, akademisi memboikot forum yang melibatkan delegasi Israel, hingga lembaga internasional yang menyerukan pengecualian Israel dari berbagai ajang global.
Menurut Fahira, penolakan visa tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen Indonesia menolak segala bentuk kolonialisme dan penjajahan, sesuai dengan amanat konstitusi dan semangat kemerdekaan bangsa.
“Seperti halnya dunia pernah memboikot Afrika Selatan di masa apartheid, keputusan Indonesia hari ini menjadi bagian dari gelombang global solidaritas moral yang semakin kuat terhadap rakyat Palestina,” tandasnya. (Sumber: Detak.co)
